Apa kamu perduli?
April 28, 2008 at 10:31 am | In CampurCampur | Leave a Comment2 makhluk alien dari merkurius, sedang melihat – lihat dari balik jendela UFO-nya. Mereka sedang dalam misi mencari planet baru yang memungkinkan untuk dijadikan tujuan wisata. Dulu, mereka sudah berhasil menjadikan cincin saturnus sebagai tempat wisata piknik keluarga. Dan kawah – kawah di mars, sebagai pemandian air panas. Pendapatan mereka terus bertambah. Tapi memang dasar manusia alien, mereka ingin mendapat penghasilan yang jauh lebih besar.
Tadi mereka lepas landas dari merkurius, setelah mampir di venus untuk menggoda beberapa perempuan manis, dan menyaksikan perlombaan lelaki termacho sejagad di mars, mereka lalu melanjutkan perjalanan.
Alien 1 : “Nih dia, tempat yang dari dulu gw incer.”
Alien 2 : “Ini kan cuma tinggal lompatin 1 planet dari planet kita”
Alien 1 : “Makanya, justru itu. tempatnya deket. dari luar keliatan bagus lagi. Gradasi warna biru, putih sama ijo-nya itu lho, yang gw taksir.”
Alien 2 : “Mau coba liat?”
Alien 1 : “Boleeh”
Kedua alien itupun mendarat di hutan. Menyamar sebagai manusia. Mereka berjalan menyusuri hutan. Sepanjang jalan mereka bercakap – cakap tentang udara planet yang segar, alamnya yang asri, dan udaranya yang sejuk.
Dari hutan, mereka kembali mengendarai UFO-nya ke pantai. Mereka menghabiskan waktu 1 minggu disana. Karena terkagum – kagum akan keindahannya. Lautnya yang bersih, orangnya yang ramah – ramah, dan pemandangannya yang spektakuler.
Dari pantai, mereka pergi ke kota. Kota metropolitan yang ramai, banyak kendaraan, tapi masih banyak juga pepohonan untuk mengimbangi polusi.
Setelah menghabiskan beberapa minggu di sana, mereka kembali ke merkurius. Melapor pada menteri pariswisata mereka. Sang menteri yang melihat video rekaman kedua anak buahnya, juga turut terkagum – kagum. Sang menteri memutuskan menjadikan planet tsb sebagai tujuan wisata warga planet merkurius.
Mereka menempuh perjalanan 4 bulan untuk kembali menuju planet idaman mereka. Namun perjalanan 4 bulan mereka, sama dengan 400 tahun waktu planet tujuan mereka. Dan apa yang mereka lihat?
1. Hutan nan indah yang mereka susuri, kini berubah menjadi ladang gersang, lebih banyak warna coklat dibandingkan dengan warna hijau. Asap mengepul dimana – mana.
2. Pantai yang membuat mereka terkagum – kagum, sekarang tinggal kenangan. Lebih tepat disebut rawa daripada keindahan pantai. Puing – puing bangunan berserakan akibat naiknya volume air laut. Sehingga bangunan di sekitar pantai, rata dengan tanah.
3. Kota metropolitan, berubah menjadi ladang yang lebih gersang dibandingkan planet asal mereka sendiri. Dan cuacanya lebih panas dibandingkan musim panas di planet mereka.
Kedua alien tersebut meninggalkan planet indah yang sebelumnya memiliki gradasi warna hijau, biru, dan putih yang menawan. Kini planet tersebut tetap memiliki gradasi. Namun gradasi merah, coklat, dan warna asap yang mengepul.
Mereka memberikan laporan terakhir ke kantor pusat
“Kami bergerak meninggalkan BUMI”
Skenario seperti itukah yang ingin kamu lihat beberapa tahun mendatang?
”FIGHT GLOBAL WARMING”
Belum Ada Tanggapan »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan sebuah tanggapan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.





